Mengenal Wisata Ziarah 88 Kuil Shikoku
Ziarah 88 Kuil Shikoku, atau dikenal dengan istilah Shikoku Henro, adalah salah satu perjalanan spiritual paling terkenal di Jepang. Rute ini membentang sepanjang lebih dari 1.100 kilometer mengelilingi Pulau Shikoku, melewati empat prefektur yaitu Tokushima, Kochi, Ehime, dan Kagawa. Bagi banyak wisatawan, baik yang beragama Buddha maupun bukan, ziarah ini menawarkan pengalaman unik untuk menikmati keindahan alam Jepang sekaligus menyelami budaya dan spiritualitas lokal yang autentik.
Berbeda dengan destinasi wisata Jepang pada umumnya yang berpusat di kota besar seperti Tokyo atau Osaka, wisata ziarah Shikoku membawa pengunjung menjelajahi pedesaan, pegunungan, garis pantai, dan desa-desa kecil yang jarang terjamah turis asing. Inilah yang membuat pengalaman ini terasa begitu berharga dan berbeda dari perjalanan wisata biasa.
Sejarah dan Makna Spiritual Ohenro
Rute ziarah ini dipercaya berkaitan erat dengan Kukai, seorang biksu Buddha berpengaruh yang juga dikenal dengan nama anumerta Kobo Daishi. Konon, Kukai lahir di Shikoku dan mengunjungi 88 lokasi suci di pulau ini selama masa hidupnya. Kemudian, para pengikutnya mulai menapaktilasi perjalanan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan pencarian pencerahan spiritual.
Angka 88 sendiri memiliki makna filosofis dalam ajaran Buddha, yang dipercaya melambangkan 88 jenis nafsu duniawi atau kelemahan manusia (bonno). Dengan mengunjungi seluruh 88 kuil, peziarah diyakini dapat membersihkan diri dari nafsu-nafsu tersebut dan mencapai ketenangan batin. Meski berakar dari ajaran Buddha, ziarah ini kini terbuka bagi siapa saja, termasuk wisatawan internasional yang tertarik pada budaya dan sejarah Jepang.
Pembagian Wilayah dan Makna Setiap Tahapan
Rute 88 kuil ini secara tradisional dibagi menjadi empat tahapan yang melambangkan proses spiritual manusia:
- Tokushima (Tempat Kebangkitan Niat/Hosshin) - berisi kuil nomor 1 hingga 23, menjadi titik awal perjalanan spiritual.
- Kochi (Tempat Latihan Spiritual/Shugyo) - kuil nomor 24 hingga 39, dikenal dengan medan yang menantang dan garis pantai yang dramatis.
- Ehime (Tempat Pencerahan/Bodai) - kuil nomor 40 hingga 65, menjadi simbol pencapaian kebijaksanaan.
- Kagawa (Tempat Nirwana/Nehan) - kuil nomor 66 hingga 88, menandai penutupan sekaligus pencapaian kedamaian batin.
Setiap prefektur menawarkan pemandangan dan suasana yang berbeda, mulai dari hutan lebat, tebing pantai, hingga area pedesaan yang tenang dengan sawah membentang luas.
Cara Melakukan Ziarah: Jalan Kaki hingga Kendaraan Modern
Secara tradisional, ziarah ini dilakukan dengan berjalan kaki dan bisa memakan waktu 40 hingga 60 hari untuk menyelesaikan seluruh rute. Namun, di era modern, banyak wisatawan dan peziarah yang menyesuaikan cara mereka menempuh perjalanan ini sesuai waktu dan kemampuan fisik masing-masing:
- Jalan kaki (Aruki Henro) - cara paling tradisional dan otentik, cocok bagi yang ingin pengalaman spiritual mendalam.
- Sepeda - alternatif yang lebih cepat namun tetap memungkinkan interaksi dengan alam dan penduduk lokal.
- Mobil pribadi atau sewa - pilihan populer yang memungkinkan fleksibilitas waktu, biasanya memakan waktu 10-14 hari.
- Bus wisata ziarah - tersedia paket khusus yang dikelola agen perjalanan lokal, cocok untuk kelompok atau lansia.
Wisatawan tidak harus mengunjungi seluruh 88 kuil sekaligus. Banyak orang melakukannya secara bertahap, kembali beberapa kali dalam setahun atau bahkan bertahun-tahun hingga seluruh rute selesai ditempuh.
Perlengkapan Khas Peziarah Shikoku
Salah satu daya tarik unik dari ziarah ini adalah perlengkapan tradisional yang dikenakan para peziarah, yang disebut henro. Beberapa perlengkapan yang umum digunakan antara lain:
- Hakui - jubah putih yang melambangkan kesucian dan kesiapan menghadapi kematian dalam perjalanan spiritual.
- Kongozue - tongkat kayu yang dipercaya merepresentasikan kehadiran Kobo Daishi yang menemani setiap langkah peziarah.
- Sugegasa - topi anyaman berbentuk kerucut untuk melindungi dari terik matahari dan hujan.
- Osamefuda - kartu kecil berisi nama dan doa yang diserahkan di setiap kuil sebagai tanda kunjungan.
- Nokyocho - buku catatan khusus untuk mengumpulkan stempel dan kaligrafi dari setiap kuil yang dikunjungi, menjadi kenang-kenangan berharga.
Perlengkapan ini bisa dibeli di toko-toko khusus dekat kuil pertama di Tokushima atau di berbagai toko peziarah sepanjang rute.
Kuil-Kuil Ikonik yang Wajib Dikunjungi
Meski seluruh 88 kuil memiliki keunikan tersendiri, beberapa di antaranya menjadi favorit wisatawan karena keindahan arsitektur dan lokasinya yang menawan:
- Ryozenji (Kuil No. 1) - titik awal ziarah di Tokushima, tempat banyak peziarah memulai perjalanan dan membeli perlengkapan.
- Kuil Iwamotoji - dikenal dengan langit-langit yang dihiasi lukisan indah dari para peziarah dan seniman.
- Yashimaji - terletak di atas bukit dengan pemandangan kota Takamatsu yang menakjubkan.
- Okuboji (Kuil No. 88) - kuil penutup perjalanan, menjadi simbol pencapaian dan kelegaan bagi para peziarah.
Akomodasi Selama Perjalanan Ziarah
Sepanjang rute, tersedia berbagai pilihan penginapan yang ramah bagi peziarah, mulai dari yang sederhana hingga nyaman:
- Shukubo - penginapan di area kuil yang menawarkan suasana tenang dan autentik, sering menyediakan makanan vegetarian khas Buddha (shojin ryori).
- Minshuku - penginapan keluarga sederhana dengan harga terjangkau, umum ditemukan di sepanjang rute pedesaan.
- Bisnis hotel - pilihan lebih modern di kota-kota besar seperti Tokushima, Kochi, Matsuyama, dan Takamatsu.
Waktu Terbaik untuk Berziarah
Ziarah Shikoku bisa dilakukan sepanjang tahun, namun musim semi (Maret-Mei) dan musim gugur (September-November) menjadi waktu favorit karena cuaca yang sejuk dan pemandangan alam yang indah. Musim panas cenderung panas dan lembap, sementara musim dingin bisa cukup dingin terutama di area pegunungan, meski tetap dapat dilalui dengan persiapan yang matang.
Estimasi Biaya Perjalanan
Biaya ziarah sangat bervariasi tergantung metode yang dipilih. Bagi yang berjalan kaki dan menginap di penginapan sederhana, anggaran harian sekitar 6.000-10.000 yen sudah mencakup penginapan dan makan. Sementara bagi yang menggunakan mobil atau ikut paket bus wisata, biaya bisa lebih tinggi namun lebih efisien dari segi waktu. Donasi kecil di setiap kuil juga menjadi bagian dari tradisi, meski jumlahnya tidak ditentukan secara ketat.
Tips Praktis untuk Wisatawan
- Siapkan fisik dengan baik, terutama jika memilih rute jalan kaki yang menantang.
- Pelajari etika dasar kunjungan kuil seperti membungkuk, mencuci tangan di tempat penyucian, dan bersikap tenang.
- Gunakan peta khusus henro atau aplikasi navigasi yang banyak digunakan peziarah untuk memudahkan perjalanan.
- Bawa pakaian yang nyaman dan sepatu trekking yang sudah teruji.
- Hormati penduduk lokal yang sering memberikan osettai atau bantuan kecil seperti makanan dan minuman gratis kepada peziarah sebagai bentuk dukungan spiritual.
Penutup
Wisata ziarah 88 Kuil Shikoku bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan pengalaman transformatif yang memadukan petualangan, spiritualitas, dan keindahan alam Jepang yang autentik. Baik dilakukan secara penuh maupun bertahap, perjalanan ini menawarkan kesempatan langka untuk memperlambat langkah, merenung, dan terhubung dengan budaya Jepang yang mendalam. Bagi siapa pun yang mencari pengalaman Jepang di luar jalur wisata mainstream, Ohenro Shikoku adalah destinasi yang layak masuk dalam daftar perjalanan impian Anda.
Photo by aestelle on Unsplash
