Kalau target kamu adalah ladang nemophila biru yang menutupi seluruh bukit sejauh mata memandang tanpa harus berdesakan seperti di Kyoto atau Tokyo, langsung saja ke Hitachi Seaside Park di Hitachinaka, Prefektur Ibaraki. Taman ini buka mulai pukul 09:00, tiket masuk dewasa 450 yen saat musim nemophila (akhir April hingga awal Mei), dan dari Stasiun Katsuta di jalur JR Joban perjalanan bus hanya sekitar 15-20 menit. Itu fakta paling penting yang perlu kamu catat sebelum membaca sisa artikel ini.
Hitachi Seaside Park: Padang Nemophila dan Kochia yang Tidak Seramai Kyoto
Taman nasional seluas 200 hektare ini punya dua musim bunga andalan. Nemophila (baby blue eyes) mekar penuh pada akhir April sampai minggu pertama Mei, menutupi bukit Miharashi no Oka dengan sekitar 3,5 juta kuntum bunga biru muda. Lalu di awal Oktober, bukit yang sama berubah jadi merah menyala karena festival Kochia Carnival, saat ribuan semak kochia berubah warna sebelum dipanen. Musim lain seperti musim panas ada bunga poppy dan bunga matahari di area Minna no Hiroba, jadi taman ini sebenarnya ramai dikunjungi sepanjang tahun, bukan cuma pas nemophila.
Cara ke Sana dari Tokyo
Dari Stasiun Ueno atau Tokyo, naik JR Joban Line arah Katsuta, baik limited express Hitachi/Tokiwa (sekitar 85 menit, tanpa transfer) atau kereta biasa yang lebih lama tapi lebih murah. Dari Stasiun Katsuta, ada dua opsi: naik bus Ibaraki Kotsu jurusan Kaihin Koen Nishi Guchi (sekitar 15-20 menit, ongkos sekitar 400 yen), atau naik Hitachinaka Seaside Railway (jalur lokal satu gerbong yang jalan di antara sawah) turun di Stasiun Ajigaura lalu jalan kaki atau naik bus singkat ke pintu masuk. Kalau bawa mobil sewaan dari Mito, keluar di Hitachinaka IC dari Joban Expressway, perjalanan sekitar 10 menit.
Ibaraki Flower Park di Ishioka: Mawar, Wisteria Raksasa, dan Kebun yang Jarang Difoto Turis Asing
Kalau Hitachi Seaside Park terasa agak ramai saat akhir pekan musim nemophila, Ibaraki Flower Park di kota Ishioka jauh lebih sepi meski koleksinya tak kalah menarik. Taman ini punya pohon wisteria berusia lebih dari 150 tahun dengan lebar kanopi sekitar 600 meter persegi, serta kebun mawar dengan lebih dari 800 varietas yang mekar penuh akhir Mei sampai pertengahan Juni. Tiket masuk berubah sesuai musim, berkisar 900 hingga 1.500 yen saat musim mawar dan wisteria, turun jadi di bawah 500 yen di musim sepi. Akses dari Stasiun Ishioka (JR Joban Line dari Ueno sekitar 75 menit naik limited express) lalu lanjut bus sekitar 25 menit, atau taksi sekitar 20 menit dengan ongkos kira-kira 3.000 yen.
Kairakuen Mito: Taman Plum Berusia Ratusan Tahun
Kairakuen termasuk salah satu dari tiga taman terindah Jepang (bersama Kenrokuen di Kanazawa dan Korakuen di Okayama), dan isinya bukan sakura melainkan sekitar 3.000 pohon plum dari 100 varietas berbeda. Festival Mito Ume Matsuri berlangsung dari pertengahan Februari sampai akhir Maret, saat suhu masih dingin tapi bunga plum mulai mekar bertahap sesuai varietasnya, jadi selalu ada sesuatu untuk dilihat sepanjang festival, tidak seperti sakura yang mekarnya serentak lalu cepat rontok. Masuk taman utama gratis, tapi kalau mau naik ke bangunan kayu Kobuntei untuk lihat pemandangan dari lantai dua, ada biaya tambahan sekitar 200 yen. Yang jarang diketahui wisatawan: selama musim festival, JR membuka stasiun musiman bernama Kairakuen Eki, satu perhentian dari Stasiun Mito, jadi kamu tidak perlu naik bus sama sekali kalau datang pas periode itu.
Menjelajahi Pedesaan Yasato: Kebun Plum di Kaki Gunung Tsukuba
Area Yasato, sekarang masuk wilayah administratif Kota Ishioka, adalah daerah penghasil plum terbesar di Ibaraki, dengan kebun-kebun di lereng bukit menghadap Gunung Tsukuba. Bedanya dengan Kairakuen yang sudah ditata sebagai taman kota, di Yasato kamu jalan di antara kebun petani sungguhan, lengkap dengan gudang kayu tua dan jalan setapak tanah. Tidak ada jalur kereta langsung ke sini, jadi cara paling praktis adalah sewa mobil dari Stasiun Tsuchiura atau Stasiun Ishioka, sekitar 30-40 menit berkendara. Banyak keluarga petani membuka rumah mereka sebagai noujuku (penginapan pertanian) dengan tarif sekitar 8.000-12.000 yen per malam termasuk makan malam dari hasil kebun sendiri, cara paling autentik untuk merasakan pedesaan Ibaraki tanpa modal berlebihan.
Tips Transportasi dan Logistik
- Kartu Suica/Pasmo bisa dipakai untuk kereta JR Joban Line dan sebagian bus Ibaraki Kotsu, tapi tidak berlaku untuk Hitachinaka Seaside Railway, jadi siapkan uang tunai kecil.
- JR Pass nasional meng-cover limited express Hitachi/Tokiwa dari Tokyo/Ueno ke Katsuta dan Ishioka, jadi kalau sudah punya JR Pass, biaya transportasi ke sebagian besar lokasi di artikel ini sudah tertutup.
- Sewa mobil paling efisien diambil di Stasiun Mito atau Stasiun Tsuchiura, tarif mobil kecil harian sekitar 6.000-8.000 yen belum termasuk tol dan bensin.
- Tol Joban Expressway menghubungkan Tokyo ke area ini kalau bawa mobil sendiri, keluar di Mito-Kita IC untuk Kairakuen atau Hitachinaka IC untuk Hitachi Seaside Park.
Kuliner dan Penginapan Lokal
Mito terkenal sebagai kota natto, dan salah satu toko tertua yang masih produksi natto dengan metode tradisional bungkus jerami (wara natto) adalah Sasanuma Gorou Shoten, berdiri sejak era Meiji, lokasinya dekat area pertokoan lama dekat Stasiun Mito. Rasanya jauh lebih earthy dibanding natto kemasan plastik yang biasa dijual di supermarket. Untuk menginap, selain noujuku di Yasato, ada juga pilihan ryokan kecil di sekitar Katsuta dengan tarif mulai 7.000 yenan per malam per orang, cocok buat yang mau pagi-pagi langsung ke Hitachi Seaside Park sebelum bus turis ramai datang sekitar pukul 10 pagi.
Kalender Musim Bunga Ibaraki Secara Singkat
- Februari-Maret: plum di Kairakuen Mito dan kebun Yasato
- Akhir April-awal Mei: nemophila di Hitachi Seaside Park
- Akhir Mei-pertengahan Juni: mawar dan wisteria di Ibaraki Flower Park Ishioka
- Awal Oktober: kochia merah di Hitachi Seaside Park
Satu Hal yang Perlu Diwaspadai
Nemophila dan kochia sangat bergantung cuaca tahun berjalan, jadi puncak mekar bisa maju atau mundur seminggu dari perkiraan umum, selalu cek situs resmi taman sekitar dua minggu sebelum berangkat, bukan cuma mengandalkan tanggal dari artikel lama. Selain itu, akhir pekan di musim puncak nemophila, antrean bus dari Stasiun Katsuta bisa mengular sampai 30 menit lebih, jadi kalau punya fleksibilitas, datanglah hari kerja atau naik kereta pagi pertama supaya sampai taman sebelum pukul 09:30.
Photo by Nguyen TP Hai on Unsplash
