Kalau rencana Anda ke Hokkaido musim dingin cuma muter di Sapporo - Otaru - Furano - Biei, siap-siap antre 40 menit buat naik gondola Mount Moiwa dan berdesakan di Otaru Canal jam 5 sore. Rute itu memang paling gampang dicari di internet, tapi justru paling padat, terutama kalau Anda datang di periode libur akhir tahun sampai awal Januari. Artikel ini kasih rute alternatif yang sudah saya jalani sendiri, pakai kereta JR Hokkaido dan bus lokal, dengan titik-titik yang sama indahnya tapi jauh lebih lengang.

Kenapa Rute Umum Selalu Padat

Sapporo Snow Festival (Yuki Matsuri) di Odori Park biasanya digelar awal Februari, tapi dua minggu sebelum dan sesudahnya, hotel-hotel di sekitar Stasiun Sapporo dan Susukino sudah naik harga 2-3 kali lipat dari harga normal. Di saat bersamaan, rute Biei-Furano yang viral karena Blue Pond (Shirogane Aoiike) jadi macet karena bus wisata datang bergelombang antara pukul 10 pagi sampai jam 2 siang. Solusinya bukan menghindari Hokkaido musim dingin sama sekali, tapi menggeser basis perjalanan ke kota-kota yang jarang masuk itinerary turis asing: Asahikawa, Obihiro, dan Kushiro.

Hari 1-2: Asahikawa sebagai Basis, Bukan Sapporo

Dari Bandara New Chitose, naik JR Rapid Airport ke Sapporo (37 menit, sekitar ¥1.150), lalu lanjut JR Limited Express Lilac/Kamui ke Stasiun Asahikawa (1 jam 25 menit, ¥5.220 termasun limited express fee). Asahikawa punya Asahiyama Zoo yang buka musim dingin dengan penguin walk pukul 11:00 dan 14:30, tapi yang jarang diketahui turis adalah kawasan Heiwa Dori Kaimono Koen, jalan belanja tertutup atap yang nyaman buat jalan kaki saat suhu di luar minus 10 derajat. Untuk makan malam, coba Asahikawa Ramen Aoba dekat pintu keluar utara stasiun (buka 10:30-15:00, tutup Selasa), porsi shoyu ramen basic sekitar ¥850, beda dari rasa ramen Sapporo yang lebih creamy.

Sounkyo Onsen: Ganti Otaru Canal

Dari Asahikawa, naik JR Sekihoku Main Line ke Stasiun Kamikawa (sekitar 1 jam 10 menit, ¥1.140), lanjut bus lokal Dohoku Bus jurusan Sounkyo (25 menit, ¥870). Di sini ada Sounkyo Hyobaku Matsuri atau Festival Air Terjun Es, biasanya berlangsung akhir Januari sampai pertengahan Maret, gratis masuk, lampu-lampu di patung-patung es menyala pukul 17:00-21:00. Dibanding Otaru yang penuh turis rombongan, saya cuma ketemu belasan pengunjung lokal waktu ke sana hari Rabu malam. Menginap satu malam di Sounkyo Onsen juga berarti bisa rendam onsen outdoor sambil lihat uap bercampur udara minus tanpa harus berebut spot foto.

Hari 3: Biei dan Furano di Luar Jam Sibuk

Kalau tetap mau lihat Shirogane Blue Pond versi musim dingin (airnya tertutup salju jadi bukan biru lagi, tapi area ini dipasangi illumination malam dari pertengahan November sampai akhir Februari, nyala 17:00-21:00), datanglah hari kerja, bukan Sabtu-Minggu, dan naik taksi dari Stasiun Biei (sekitar 15 menit, ongkos kurang lebih ¥2.500) ketimbang ikut bus wisata yang jadwalnya berbenturan dengan rombongan tur dari Sapporo. Di Furano, lewati Ningle Terrace yang sudah terlalu dikenal, dan coba jalan kaki ke kawasan belakang Furano Marché di sekitar Stasiun Furano, ada toko kecil Mori no Timeca yang jual kerajinan kayu lokal, buka 10:00-18:00, biasanya sepi pengunjung asing.

Hari 4-5: Obihiro dan Danau Shikaribetsu, Bukan Lake Toya

Lake Toya memang terkenal, tapi akses dari Sapporo yang mudah bikin area onsen-nya padat saat libur panjang. Alternatifnya, dari Asahikawa naik JR Sekihoku Line balik ke Sapporo lalu sambung JR Limited Express Super Ozora ke Obihiro (sekitar 2 jam 35 menit dari Sapporo, ¥7.500-an). Dari Stasiun Obihiro, ada shuttle bus musiman ke Lake Shikaribetsu Kotan, desa es yang dibangun ulang tiap tahun dari akhir Januari sampai pertengahan Maret di atas danau beku. Tiket masuk ¥500, buka 10:00-21:00, dan kalau datang hari kerja jam 10 pagi, saya bisa foto igloo-igloo es tanpa orang lain di frame. Di sini juga ada onsen alami di dalam lubang es (cold open-air bath), biaya tambahan sekitar ¥1.000 untuk sewa handuk dan waktu 30 menit.

Hari 6: Kushiro untuk Burung Tancho, Bukan Cuma Foto Salju

Dari Obihiro lanjut ke Kushiro naik JR Nemuro Line (sekitar 1 jam 20 menit, ¥2.420). Area Tsurumidai Feeding Ground adalah tempat burung bangau tancho (red-crowned crane) berkumpul musim dingin, masuk gratis, dan paling sepi kalau Anda datang jam 8 pagi sebelum bus-bus tur tiba sekitar jam 10:30. Pemandu lokal biasanya memberi makan burung jam 9 dan 14, jadwal ini tidak banyak diiklankan di brosur turis sehingga pengunjungnya kebanyakan fotografer lokal dari Kushiro sendiri.

Soal Ski: Rusutsu Lebih Lengang daripada Niseko

Kalau tujuan utama adalah ski, Niseko memang punya reputasi powder snow terbaik, tapi harga lift pass harian sudah di atas ¥8.900 dan antrean gondola bisa 20 menit di akhir pekan musim puncak. Rusutsu Resort, jaraknya sekitar 1 jam dari Niseko lewat jalan Route 230, menawarkan kualitas salju yang mirip dengan lift pass harian sekitar ¥6.500, dan karena resornya luas dengan tiga gunung terpisah, kepadatan di tiap lift jauh lebih rendah. Akses dari Sapporo pakai bus langsung Chuo Bus dari Sapporo Station (sekitar 2 jam 15 menit, ¥2.700 sekali jalan).

Transportasi: Pakai JR Hokkaido Rail Pass atau Tidak

Untuk rute di atas yang mencakup Asahikawa-Kamikawa-Obihiro-Kushiro dalam 6 hari, JR Hokkaido Rail Pass versi 7 hari (harga sekitar ¥27.000 untuk dewasa, dibeli online sebelum berangkat lewat situs resmi JR Hokkaido) biasanya lebih hemat dibanding beli tiket satuan, apalagi kalau naik limited express beberapa kali. Tapi perlu dicatat, pass ini tidak berlaku untuk bus lokal seperti Dohoku Bus ke Sounkyo atau shuttle ke Shikaribetsu, jadi siapkan uang tunai sekitar ¥3.000-5.000 per hari untuk ongkos bus tambahan.

Persiapan Menghadapi Suhu Ekstrem

  • Suhu di Asahikawa dan Kamikawa bisa turun sampai minus 20 derajat Celsius pagi hari, jauh lebih dingin dari Sapporo yang biasanya minus 5 sampai minus 10.
  • Beli kantong penghangat (kairo) di convenience store Seicomart, jaringan minimarket khas Hokkaido, harganya sekitar ¥100 per pak isi dua, lebih murah daripada beli di bandara.
  • Sepatu boots dengan sol anti-slip wajib, bisa beli spike karet tambahan di toko Workman cabang Asahikawa dekat Stasiun Asahikawa, harga sekitar ¥1.500.
  • Jangan andalkan payung saat salju deras, pakai jaket dengan hood yang bisa dikencangkan, karena angin di area Kushiro dan pesisir cenderung kencang.

Catatan Penting Sebelum Berangkat

Jadwal bus lokal di Hokkaido pedalaman seperti Dohoku Bus dan shuttle Shikaribetsu sering dipangkas drastis saat salju sangat lebat, kadang cuma 2-3 trip per hari dibanding musim panas yang bisa 6 trip. Selalu cek jadwal terbaru di loket Michi no Eki setempat atau tanya langsung ke staf ryokan, jangan cuma mengandalkan jadwal yang tertulis di Google Maps karena seringkali sudah tidak update untuk musim dingin. Kalau rencana Anda mepet dengan periode Tahun Baru (29 Desember sampai 3 Januari), banyak restoran kecil di luar Sapporo yang justru libur total karena pemiliknya pulang kampung, jadi pastikan sudah riset tempat makan alternatif atau beli bekal di Seicomart sebelum toko-toko tutup.

Photo by KWON YOUN on Unsplash