Setiap kali musim dingin tiba dan hitungan mundur menuju tahun baru semakin dekat, dapur-dapur di seluruh Jepang mulai sibuk menyiapkan satu hidangan istimewa bernama osechi ryori. Osechi ryori bukan sekadar makanan biasa, melainkan rangkaian hidangan tradisional yang disusun rapi dalam kotak berlapis bernama jubako, dengan setiap elemennya membawa harapan dan doa untuk keberuntungan, kesehatan, serta kemakmuran di tahun yang baru. Bagi masyarakat Jepang, menyantap osechi bersama keluarga adalah ritual wajib yang telah diwariskan turun-temurun selama berabad-abad. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu osechi ryori, filosofi di baliknya, rekomendasi menu yang wajib dicoba, hingga cara menikmatinya bagi wisatawan yang kebetulan berada di Jepang saat musim perayaan tahun baru.
Apa Itu Osechi Ryori?
Osechi ryori (お節料理) adalah hidangan khusus yang disajikan untuk menyambut tahun baru Jepang, biasanya dinikmati dari malam pergantian tahun hingga beberapa hari pertama di bulan Januari. Kata “osechi” sendiri berasal dari istilah “sekku”, yaitu perayaan musiman dalam kalender tradisional Jepang. Dahulu, osechi disiapkan dalam jumlah besar dan tahan lama, karena ada kepercayaan bahwa memasak selama beberapa hari pertama tahun baru dianggap kurang baik, agar para dewa dapur (dan tentu saja para ibu rumah tangga) bisa beristirahat. Karena itulah, hampir semua hidangan osechi diolah dengan cara direbus dalam kecap asin, dipanggang, diasamkan, atau diberi gula tinggi agar tahan lebih lama tanpa perlu didinginkan secara khusus.
Hidangan-hidangan ini disusun cantik dalam kotak bersusun yang disebut jubako, mirip dengan kotak bento namun bertingkat, biasanya terdiri dari tiga hingga lima lapis. Setiap lapisan memiliki makna tersendiri, dan tersusun dari atas ke bawah sesuai urutan kepentingan atau jenis hidangan, mulai dari makanan pembuka manis, lauk laut, hingga sayuran rebus.
Filosofi di Balik Setiap Hidangan Osechi
Yang membuat osechi ryori begitu istimewa adalah setiap bahan dan bentuk hidangan memiliki simbolisme tersendiri. Orang Jepang percaya bahwa dengan menyantap makanan-makanan ini di awal tahun, mereka sedang “memakan” harapan baik untuk setahun ke depan. Berikut beberapa contoh filosofi yang melekat pada hidangan osechi.
- Kuromame (kacang hitam manis) melambangkan kesehatan dan kerja keras, karena kata “mame” juga berarti rajin dan kuat.
- Kazunoko (telur ikan herring) melambangkan harapan memiliki banyak keturunan, karena bentuknya yang berbutir-butir banyak.
- Tazukuri (ikan teri manis panggang) dahulu digunakan sebagai pupuk sawah, sehingga melambangkan hasil panen yang melimpah.
- Ebi (udang panggang atau rebus) dengan bentuk punggung melengkung melambangkan umur panjang, seperti punggung orang tua yang membungkuk karena usia.
- Kohaku kamaboko (kue ikan warna merah putih) melambangkan kesucian dan perayaan, warna merah putih adalah warna khas keberuntungan di Jepang.
- Datemaki (telur gulung manis) berbentuk gulungan menyerupai gulungan buku kuno, melambangkan ilmu pengetahuan dan budaya.
- Kuri kinton (pure ubi manis dengan chestnut) berwarna keemasan melambangkan kekayaan dan kemakmuran finansial.
- Renkon (akar teratai) memiliki banyak lubang sehingga melambangkan pandangan masa depan yang jelas tanpa hambatan.
- Kobumaki (rumput laut gulung) melambangkan kebahagiaan, karena kata “kobu” mirip pengucapan “yorokobu” yang berarti bersukacita.
Rekomendasi Menu Osechi yang Wajib Dicoba
1. Ichiju Jubako Klasik
Bagi yang ingin merasakan pengalaman otentik, cobalah osechi dengan susunan jubako lengkap tiga hingga lima lapis berisi kombinasi kuromame, kazunoko, ebi, kamaboko, dan kuri kinton. Set klasik ini biasanya bisa ditemukan di department store besar seperti Isetan, Takashimaya, atau Daimaru menjelang akhir tahun, dan menjadi pilihan favorit keluarga Jepang yang ingin praktis namun tetap merasakan tradisi.
2. Osechi Modern ala Restoran
Beberapa restoran fine dining kini menawarkan versi osechi yang dimodifikasi dengan sentuhan Prancis atau Italia, misalnya foie gras sebagai pengganti hidangan hati ikan tradisional, atau penggunaan truffle pada kuri kinton. Ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang penasaran dengan perpaduan budaya kuliner Jepang dan Barat.
3. Osechi Vegetarian
Seiring meningkatnya kesadaran akan pola makan sehat, banyak toko kini menyediakan versi osechi vegetarian atau vegan, menggantikan bahan hewani dengan tahu, jamur, dan sayuran musiman tanpa mengurangi nilai simbolis dari setiap hidangan.
4. Ozoni, Pendamping Wajib Osechi
Selain osechi, jangan lewatkan ozoni, sup mochi hangat yang biasa disantap bersamaan di pagi hari tahun baru. Kuah ozoni bisa berbasis kaldu miso di daerah Kansai atau kaldu bening berbasis dashi di daerah Kanto, tergantung tradisi masing-masing wilayah.
Cara Menikmati Osechi Bagi Wisatawan
Bagi wisatawan yang kebetulan berada di Jepang saat musim tahun baru, mencicipi osechi ryori bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Berikut beberapa cara untuk merasakannya.
- Menginap di ryokan tradisional yang biasanya menyediakan paket makan malam spesial akhir tahun dengan osechi sebagai menu utama.
- Membeli osechi siap saji di department store atau supermarket besar, yang biasanya mulai dijual dengan sistem pre-order sejak beberapa minggu sebelumnya.
- Mengikuti kelas memasak osechi yang kini banyak ditawarkan di kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka sebagai pengalaman budaya interaktif.
- Berkunjung ke restoran kaiseki yang menawarkan menu spesial osechi selama periode tahun baru.
Tips Memilih dan Menyimpan Osechi
Jika berencana membeli osechi untuk dinikmati bersama keluarga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pesan jauh-jauh hari karena set osechi populer biasanya cepat habis menjelang akhir tahun. Kedua, perhatikan jumlah porsi, karena osechi umumnya dijual dalam ukuran untuk dua, tiga, atau lima orang. Ketiga, meskipun osechi dirancang tahan lama, sebaiknya tetap disimpan di tempat sejuk atau kulkas dan dikonsumsi dalam beberapa hari untuk menjaga cita rasa terbaiknya.
Kesimpulan
Osechi ryori adalah lebih dari sekadar hidangan tahun baru, ia adalah cerminan nilai-nilai budaya Jepang tentang harapan, rasa syukur, dan kebersamaan keluarga. Setiap potongan kuromame, setiap gulungan datemaki, dan setiap suapan kuri kinton membawa doa yang telah diwariskan lintas generasi. Baik Anda seorang pecinta kuliner yang ingin mengeksplorasi rasa autentik Jepang, maupun wisatawan yang kebetulan merayakan momen tahun baru di negeri sakura, mencicipi osechi ryori akan memberikan pengalaman budaya yang mendalam sekaligus memanjakan lidah. Jadi, jika kesempatan itu datang, jangan ragu untuk mencicipi setiap lapisan jubako dan rasakan sendiri keajaiban kuliner tradisional Jepang ini.
Photo by Henry Lim on Unsplash
