Mengenal Pulau Miyajima, Permata Tersembunyi di Hiroshima

Pulau Miyajima, yang secara resmi bernama Itsukushima, adalah salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jepang. Terletak di Teluk Hiroshima, pulau kecil ini terkenal ke seluruh dunia berkat gerbang torii raksasa yang tampak mengambang di atas air laut saat air pasang. Pemandangan torii merah menyala yang berdiri gagah di tengah laut, dengan latar belakang pegunungan hijau dan langit senja, menjadikan Miyajima sebagai salah satu tiga pemandangan terindah di Jepang atau dikenal dengan sebutan Nihon Sankei.

Bagi para pecinta budaya, sejarah, dan alam, Miyajima menawarkan pengalaman lengkap. Selain torii terapung yang legendaris, pulau ini juga memiliki Kuil Itsukushima yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, hutan pegunungan yang menawan, serta rusa liar yang berkeliaran bebas menyapa para wisatawan.

Sejarah dan Makna Torii Terapung Itsukushima

Torii terapung Miyajima bukan sekadar objek foto yang instagramable, melainkan simbol spiritual yang sarat makna religius. Gerbang torii ini merupakan pintu masuk simbolis menuju Kuil Itsukushima, sebuah kuil Shinto yang dipercaya telah berdiri sejak abad ke-6. Konsep membangun kuil dan torii di atas air didasari oleh kepercayaan bahwa seluruh pulau Miyajima dianggap sebagai tempat suci, sehingga bangunan keagamaan tidak boleh berdiri langsung di atas tanah pulau tersebut.

Torii yang berdiri saat ini merupakan hasil pembangunan ulang menggunakan kayu kamper alami yang kokoh menghadapi terjangan air laut dan angin kencang selama bertahun-tahun. Tingginya mencapai sekitar 16 meter, menjadikannya salah satu gerbang torii terbesar di Jepang. Keunikan lainnya adalah struktur torii ini tidak ditanam ke dasar laut, melainkan berdiri kokoh hanya karena beratnya sendiri, sebuah keajaiban arsitektur tradisional Jepang yang telah teruji oleh waktu.

Cara Menuju Pulau Miyajima

Mengunjungi Miyajima sangatlah mudah, terutama bagi wisatawan yang berbasis di Hiroshima. Berikut adalah rute umum yang bisa ditempuh.

  • Dari Stasiun Hiroshima, naik kereta JR Sanyo Line menuju Stasiun Miyajimaguchi, memakan waktu sekitar 25 hingga 30 menit.
  • Dari Stasiun Miyajimaguchi, lanjutkan perjalanan dengan feri menyeberangi selat menuju Pulau Miyajima, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
  • Bagi pemegang Japan Rail Pass, biaya kereta dan feri JR umumnya sudah tercakup, sehingga sangat menghemat pengeluaran.
  • Alternatif lain adalah naik feri langsung dari pusat kota Hiroshima yang menawarkan pemandangan teluk yang indah sepanjang perjalanan.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Miyajima

Salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung adalah kondisi pasang surut air laut. Torii terapung hanya terlihat mengambang sempurna saat air laut sedang pasang tinggi. Sebaliknya, saat air surut, wisatawan justru bisa berjalan kaki mendekati torii dan menyentuh strukturnya secara langsung, sebuah pengalaman unik yang tidak kalah menarik.

Disarankan untuk memeriksa jadwal pasang surut air laut Miyajima sebelum merencanakan kunjungan, karena jadwal ini berubah setiap hari. Banyak wisatawan sengaja mengunjungi pulau ini dua kali dalam sehari untuk menikmati kedua momen tersebut, yaitu saat torii terlihat mengambang megah di air pasang dan saat bisa berjalan kaki mendekatinya di air surut.

Dari segi musim, setiap periode menawarkan pesona berbeda. Musim semi menghadirkan bunga sakura yang bermekaran di sekitar kuil dan pegunungan, musim panas menawarkan suasana hijau yang segar meski cenderung lembap, musim gugur memikat dengan dedaunan momiji berwarna merah keemasan yang menghiasi Gunung Misen, sementara musim dingin memberikan suasana tenang dengan udara sejuk dan pengunjung yang lebih sepi.

Atraksi Utama di Pulau Miyajima

Kuil Itsukushima

Kuil ini dibangun di atas panggung kayu yang menjorok ke laut, sehingga pada saat air pasang, bangunan kuil tampak seolah mengapung di atas permukaan air. Arsitekturnya yang megah dengan warna merah cerah menciptakan kontras indah dengan birunya laut dan hijaunya hutan pegunungan di sekitarnya.

Gunung Misen

Bagi wisatawan yang menyukai pendakian atau ingin menikmati pemandangan panorama, Gunung Misen adalah destinasi wajib. Puncak gunung ini dapat dicapai dengan kereta gantung atau ropeway, dilanjutkan dengan sedikit trekking singkat. Dari puncaknya, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan Teluk Hiroshima yang luas serta gugusan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Rusa Liar Miyajima

Sama seperti di Nara, Miyajima juga dihuni oleh rusa liar yang jinak dan bebas berkeliaran di sepanjang jalan utama pulau. Rusa-rusa ini dianggap sebagai utusan dewa dalam kepercayaan Shinto, sehingga dijaga dan dihormati oleh penduduk setempat maupun wisatawan.

Jalan Omotesando

Jalan utama yang menghubungkan pelabuhan feri dengan area kuil ini dipenuhi toko suvenir, restoran, serta penjual makanan khas yang menggoda selera. Suasananya ramai namun tetap nyaman untuk berjalan santai sambil menikmati suasana khas Jepang tradisional.

Kuliner Khas yang Wajib Dicoba

Miyajima juga dikenal sebagai surga kuliner khas Hiroshima. Berikut beberapa hidangan yang sayang untuk dilewatkan.

  • Momiji manju, kue kecil berbentuk daun momiji dengan isian pasta kacang merah, cokelat, atau custard yang lembut.
  • Tiram panggang segar yang menjadi hasil laut andalan wilayah Hiroshima, disajikan langsung dari kedai pinggir jalan.
  • Anago meshi, hidangan nasi dengan belut laut panggang berbumbu manis gurih khas daerah ini.
  • Es krim atau kue mochi dengan berbagai varian rasa unik yang dijual di sepanjang Jalan Omotesando.

Tips Praktis Berkunjung ke Miyajima

  • Datanglah sepagi mungkin untuk menghindari keramaian wisatawan, terutama saat musim liburan.
  • Kenakan alas kaki yang nyaman karena banyak area yang membutuhkan berjalan kaki, termasuk jika ingin naik ke Gunung Misen.
  • Jangan memberi makan rusa secara sembarangan karena beberapa area memiliki aturan khusus terkait interaksi dengan satwa liar ini.
  • Simpan barang bawaan dengan baik karena rusa terkadang mencoba mengambil makanan atau kertas dari tas pengunjung.
  • Periksa jadwal feri terakhir agar tidak tertinggal saat hendak kembali ke daratan utama, terutama jika berencana menikmati pemandangan malam hari.
  • Jika ingin menikmati suasana malam yang syahdu, pertimbangkan untuk menginap semalam di penginapan tradisional atau ryokan yang tersedia di pulau ini.

Kesimpulan

Pulau Miyajima dengan torii terapungnya bukan hanya sekadar destinasi wisata biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan visual yang menggabungkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain. Baik dikunjungi saat air pasang maupun surut, di musim semi yang cerah maupun musim gugur yang berwarna, Miyajima selalu memiliki daya tarik tersendiri sepanjang tahun. Bagi siapa pun yang merencanakan perjalanan ke Jepang, khususnya wilayah Hiroshima, menyempatkan diri mengunjungi pulau suci ini adalah keputusan yang tidak akan pernah disesali.

Photo by Alessandro Stech on Unsplash