Photo by Yosuke Ota on Unsplash
Okonomiyaki adalah salah satu comfort food paling populer di Jepang, sering disebut sebagai ‘Japanese pancake’ meskipun sebenarnya jauh lebih kompleks dari sekadar pancake biasa. Namun tahukah Anda bahwa okonomiyaki memiliki dua aliran besar yang sangat berbeda, yaitu gaya Hiroshima dan gaya Osaka? Meskipun sama-sama menggunakan nama ‘okonomiyaki’, kedua versi ini memiliki perbedaan mencolok dalam bahan, teknik memasak, tekstur, hingga filosofi penyajiannya. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan okonomiyaki Hiroshima vs Osaka agar Anda bisa memahami keunikan masing-masing sebelum mencicipinya langsung di Jepang.
Apa Itu Okonomiyaki?
Secara harfiah, okonomiyaki berasal dari kata ‘okonomi’ yang berarti ‘sesuka Anda’ dan ‘yaki’ yang berarti ‘dipanggang atau digoreng’. Nama ini mencerminkan fleksibilitas hidangan ini, di mana bahan-bahan bisa disesuaikan dengan selera masing-masing orang. Okonomiyaki umumnya terdiri dari adonan tepung, telur, kol, dan berbagai topping seperti daging, seafood, atau sayuran, yang kemudian dipanggang di atas teppan atau griddle panas.
Meskipun konsep dasarnya sama, dua kota di Jepang yaitu Osaka dan Hiroshima mengembangkan gaya mereka sendiri yang begitu berbeda sehingga penduduk lokal masing-masing kota sering kali sangat bangga dan defensif terhadap versi mereka.
Sejarah Singkat Kedua Gaya Okonomiyaki
Okonomiyaki gaya Osaka dipercaya berkembang dari hidangan bernama ‘issen yoshoku’ yang populer pada awal abad ke-20. Hidangan sederhana ini terdiri dari adonan tepung tipis dengan topping murah yang dijual dengan harga satu sen, sehingga sangat digemari oleh masyarakat kelas menengah ke bawah saat itu.
Sementara itu, okonomiyaki gaya Hiroshima berkembang setelah Perang Dunia II sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap keterbatasan bahan makanan. Warga Hiroshima mulai menambahkan mie ke dalam okonomiyaki mereka sebagai cara untuk membuat hidangan ini lebih mengenyangkan dengan bahan yang terbatas. Dari sinilah lahir gaya berlapis yang khas dan menjadi identitas kuliner Hiroshima hingga sekarang.
Perbedaan Utama: Teknik Mencampur vs Melapis
Perbedaan paling fundamental antara kedua gaya ini terletak pada cara bahan-bahan diolah sebelum dipanggang.
Okonomiyaki Osaka: Semua Dicampur Jadi Satu
Pada gaya Osaka, semua bahan seperti tepung, telur, kol cincang, dan topping pilihan dicampur menjadi satu adonan besar sebelum dituang ke atas teppan dan dipanggang hingga matang merata. Proses ini menghasilkan tekstur yang lebih padat, lembut, dan homogen di setiap gigitan.
Okonomiyaki Hiroshima: Disusun Berlapis-lapis
Sebaliknya, gaya Hiroshima menggunakan teknik melapis atau layering. Prosesnya dimulai dengan adonan tepung tipis yang disebar seperti crepe, kemudian ditambahkan kol dalam jumlah besar, taoge, daging, dan bahan lainnya secara bertahap dalam lapisan terpisah. Mie yakisoba atau udon juga ditambahkan sebagai salah satu lapisan, yang menjadi ciri khas utama gaya ini. Setelah semua lapisan tersusun, barulah telur dadar ditambahkan di bagian atas atau bawah sebagai lapisan penutup.
Perbedaan dari Segi Bahan-Bahan
Penggunaan Mie
Salah satu pembeda paling jelas adalah keberadaan mie. Okonomiyaki Hiroshima hampir selalu menyertakan mie yakisoba atau udon sebagai komponen wajib, memberikan tekstur kenyal dan rasa yang lebih mengenyangkan. Sementara itu, okonomiyaki Osaka pada dasarnya tidak menggunakan mie, meskipun beberapa variasi modern seperti modanyaki mengadaptasi elemen mie ke dalam gaya Osaka.
Jumlah dan Porsi Kol
Okonomiyaki Hiroshima menggunakan kol dalam jumlah jauh lebih banyak dibandingkan Osaka. Kol ditumpuk tinggi sebelum dipanggang, dan volumenya akan menyusut drastis saat proses pemasakan, menghasilkan rasa manis alami dari kol yang lebih dominan.
Perbandingan Tepung dan Telur
Pada gaya Osaka, tepung dan telur dicampur langsung ke dalam adonan bersama kol, sehingga rasio tepung terhadap bahan lain cenderung lebih tinggi. Pada gaya Hiroshima, tepung hanya digunakan sebagai lapisan dasar yang sangat tipis, sementara telur biasanya digunakan sebagai lapisan terpisah, membuat hidangan ini terasa lebih ringan dari segi tepung namun lebih kaya dari segi tekstur berlapis.
Perbedaan Tekstur dan Rasa
Karena perbedaan teknik dan bahan, tekstur akhir dari kedua okonomiyaki ini sangat berbeda. Okonomiyaki Osaka memiliki tekstur yang lebih lembut, padat, dan menyatu, mirip dengan pancake tebal yang kaya rasa di setiap gigitan karena semua bahan tercampur merata.
Sementara itu, okonomiyaki Hiroshima menawarkan pengalaman tekstur yang lebih kompleks karena setiap lapisan memberikan sensasi berbeda, mulai dari renyahnya bagian bawah adonan tepung, lembutnya kol yang telah layu, kenyalnya mie, hingga lembutnya telur di bagian atas. Banyak orang menggambarkan okonomiyaki Hiroshima sebagai hidangan yang lebih ‘berlapis rasa’ dibandingkan versi Osaka yang lebih sederhana namun konsisten.
Perbedaan Saus dan Topping
Kedua gaya okonomiyaki umumnya menggunakan saus okonomiyaki yang manis dan gurih sebagai olesan utama, namun terdapat sedikit perbedaan pada merk dan komposisi saus yang digunakan di masing-masing daerah. Beberapa produsen lokal di Hiroshima memiliki formula saus khusus yang sedikit lebih kental dan manis dibandingkan saus yang umum digunakan di Osaka.
Untuk topping, keduanya menggunakan katsuobushi atau serutan bonito kering, aonori atau bubuk rumput laut, serta mayones Jepang sebagai pelengkap standar. Namun di Hiroshima, telapak tambahan seperti telur mata sapi di atas okonomiyaki juga sering ditemukan sebagai variasi populer.
Cara Memasak dan Menyantap
Di banyak restoran okonomiyaki di Osaka, pelanggan sering diberi kesempatan untuk memasak okonomiyaki mereka sendiri di atas teppan yang terpasang di meja makan, menjadikannya pengalaman kuliner yang interaktif dan menyenangkan.
Sebaliknya, di Hiroshima, proses memasak okonomiyaki biasanya dilakukan sepenuhnya oleh koki karena tekniknya yang lebih rumit dan membutuhkan keahlian khusus dalam menyusun lapisan tanpa membuatnya berantakan. Pengunjung biasanya duduk mengelilingi counter dan menyaksikan langsung proses pembuatan yang menghibur sekaligus menggugah selera.
Di Mana Mencicipi Okonomiyaki Terbaik?
Jika Anda berkunjung ke Osaka, kawasan Dotonbori dan sekitarnya menawarkan banyak restoran okonomiyaki legendaris yang telah beroperasi puluhan tahun. Sementara itu, jika Anda berada di Hiroshima, kunjungi Okonomimura, sebuah gedung khusus berisi puluhan kedai okonomiyaki kecil yang berjejer di beberapa lantai, memberikan Anda kebebasan untuk mencoba berbagai variasi dari penjual berbeda dalam satu lokasi.
Mana yang Lebih Baik: Hiroshima atau Osaka?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak memiliki jawaban pasti karena keduanya menawarkan pengalaman kuliner yang sama-sama istimewa namun berbeda. Jika Anda menyukai tekstur yang lembut, padat, dan proses memasak yang interaktif, okonomiyaki Osaka adalah pilihan tepat. Namun jika Anda mencari pengalaman rasa yang lebih kompleks dengan tekstur berlapis dan porsi yang lebih mengenyangkan berkat tambahan mie, okonomiyaki Hiroshima patut dicoba.
Cara terbaik untuk benar-benar memahami perbedaan ini adalah dengan mencicipi keduanya secara langsung saat berkunjung ke Jepang. Setiap gaya memiliki penggemar setianya masing-masing, dan tidak jarang wisatawan justru jatuh cinta pada kedua versi setelah mencobanya secara berdampingan.
Kesimpulan
Okonomiyaki Hiroshima dan Osaka adalah dua interpretasi berbeda dari hidangan yang sama-sama disebut ‘okonomiyaki’, namun keduanya lahir dari sejarah, budaya, dan filosofi kuliner yang unik. Memahami perbedaan okonomiyaki Hiroshima vs Osaka tidak hanya memperkaya pengetahuan kuliner Anda, tetapi juga membuat pengalaman wisata kuliner di Jepang menjadi lebih bermakna. Jadi, saat merencanakan perjalanan ke Jepang, pastikan untuk memasukkan kedua versi okonomiyaki ini ke dalam daftar kuliner wajib coba Anda.
