Kalau kamu googling rute ke Nakazakicho, begini cara paling cepat: naik Osaka Metro Tanimachi Line turun di Stasiun Nakazakicho, keluar lewat Exit 2, jalan kaki 2 menit kamu sudah masuk gang-gang kecil berisi rumah kayu era Showa yang diubah jadi cafe dan toko vintage. Dari Stasiun Osaka/Umeda sendiri jaraknya cuma sekitar 15-20 menit jalan kaki ke arah timur laut, atau satu stasiun naik kereta dari Higashi-Umeda. Area ini gampang kelewat karena tidak ada papan nama besar seperti di Dotonbori, dan justru itu yang bikin suasananya beda total dari Osaka yang biasa difoto turis.
Kenapa Nakazakicho Bisa Punya Suasana Begini
Nakazakicho termasuk salah satu dari sedikit kawasan di Kita-ku yang lolos dari pemboman besar-besaran saat Perang Dunia II, jadi banyak rumah kayu dua lantai dari era Taisho dan Showa awal yang masih berdiri utuh sampai sekarang. Sejak awal tahun 2000-an, anak-anak muda dan seniman mulai menyewa rumah-rumah tua yang nyaris kosong ini dengan harga sewa murah, lalu merenovasinya jadi cafe, galeri kecil, dan toko barang bekas tanpa mengubah struktur aslinya. Hasilnya, kamu akan lihat lantai tatami lama, jendela kaca bergelombang, dan pintu geser kayu yang masih asli, tapi isinya menu kopi dan roti gaya kontemporer.
Cafe Vintage yang Wajib Dicoba di Nakazakicho
Salon de AManTO 2nd
Ini rumah kayu berusia sekitar 90 tahun yang direnovasi jadi salon komunitas sekaligus cafe. Di lantai bawah ada ruang duduk dengan furnitur antik campur-campur, sementara di belakang ada halaman kecil yang kadang dipakai untuk acara musik akustik. Menu andalan di sini mi soba dingin dan kopi tubruk ala rumahan, harga berkisar 700-1200 yen. Buka siang sampai sore, tapi hari tutup berubah-ubah tiap bulan jadi cek akun media sosial mereka sebelum datang.
Cocoro Coffee
Letaknya di gang kecil tidak jauh dari Nakazaki-dori, tempat ini fokus pada kopi siphon yang diseduh manual di depan pelanggan. Ruangannya sempit, hanya muat sekitar 10-12 orang, dengan rak buku lama dan lampu gantung bergaya retro. Secangkir kopi siphon sekitar 650-900 yen. Karena tempatnya kecil, datang di luar jam makan siang (sekitar jam 2-4 sore) kalau mau duduk tanpa antre.
Nakazaki Lamp dan Garaku
Kalau capek ngopi, mampir ke toko barang antik Garaku yang menjual lampu, piring, dan furnitur bekas rumah tangga Jepang zaman dulu. Harga barang mulai dari 500 yen untuk pernak-pernik kecil sampai puluhan ribu yen untuk furnitur kayu besar. Beberapa pemilik toko di sini juga merangkap jadi pembuat barang kerajinan sendiri, jadi kadang ada workshop kecil-kecilan yang bisa diikuti kalau kebetulan lagi ada.
Rute Jalan Kaki yang Efisien
Karena gang-gangnya tidak dirancang untuk turis, lebih baik tentukan 3-4 titik dulu sebelum jalan supaya tidak muter-muter tanpa arah. Pola yang biasa saya pakai: mulai dari Exit 2 Stasiun Nakazakicho, telusuri Nakazaki-dori ke arah selatan sambil mampir ke toko vintage di kiri-kanan jalan, lalu belok ke gang-gang kecil di sisi timur tempat sebagian besar cafe rumah kayu berada. Satu putaran santai dengan 2-3 kali berhenti biasanya memakan waktu 2-3 jam, cukup untuk satu sesi cafe hopping tanpa terburu-buru.
Jam Buka dan Hal Praktis yang Sering Bikin Kaget
- Sebagian besar cafe di sini buka sekitar jam 11.00-19.00, beberapa bahkan tutup lebih awal jam 17.00 kalau sepi pengunjung.
- Hari libur toko dan cafe di Nakazakicho tidak seragam, kebanyakan tutup hari Selasa atau Rabu, tapi ada juga yang tutup di hari acak tiap minggu tanpa pemberitahuan di depan toko.
- Banyak tempat di sini hanya menerima pembayaran tunai, jadi siapkan uang yen cash secukupnya sebelum masuk gang, karena ATM terdekat ada di area Umeda, bukan di dalam Nakazakicho sendiri.
- Wifi di sebagian besar cafe kecil ini tidak tersedia, jadi kalau butuh kerja sambil ngopi, cek dulu lewat review Google Maps tempat mana yang menyediakan colokan listrik dan koneksi internet.
Waktu Terbaik untuk Datang
Pagi hari sebelum jam 11 siang, sebagian besar cafe masih tutup, jadi datang di rentang jam 13.00-16.00 adalah waktu paling pas untuk melihat toko dan cafe buka penuh sekaligus menghindari jam makan siang yang ramai pekerja kantoran sekitar Umeda. Musim semi dan musim gugur jauh lebih nyaman untuk jalan kaki di gang sempit tanpa naungan pohon besar, sementara musim panas gangnya bisa terasa menyengat karena bangunan kayu rendah menyerap panas dan nyaris tidak ada AC luar ruangan di area pejalan kaki.
Yang Perlu Diwaspadai Sebelum Berangkat
Satu hal yang jarang disebut di artikel lain: beberapa rumah kayu di Nakazakicho sudah tua dan sedang dalam proses renovasi ulang atau malah berganti pemilik, jadi cafe yang viral di media sosial tahun lalu kadang sudah tutup permanen atau pindah lokasi tahun ini. Sebelum jauh-jauh datang khusus untuk satu tempat tertentu, cek dulu update terbaru di Google Maps atau Instagram tempat tersebut, bukan cuma mengandalkan artikel blog lama. Selain itu, karena gang-gangnya sempit dan rumah-rumahnya berdempetan, suara dari dalam cafe bisa terdengar ke tetangga, jadi kalau datang rombongan besar, ada baiknya tetap menjaga volume suara supaya suasana tenang khas Nakazakicho tidak terganggu untuk pengunjung lain.
Photo by rocky Liu on Unsplash
