Apa Itu Festival Kanto Matsuri?
Festival Kanto Matsuri adalah salah satu perayaan musim panas paling ikonik di wilayah Tohoku, Jepang, yang berlangsung setiap tahun di Kota Akita. Festival ini terkenal karena atraksi utamanya berupa “kanto”, yaitu tiang bambu panjang yang dihiasi puluhan lampion kertas menyala yang disusun menyerupai batang padi yang merunduk berat oleh bulir-bulirnya. Para peserta, yang disebut sashite, memamerkan keahlian luar biasa dengan menyeimbangkan kanto raksasa ini di telapak tangan, bahu, dahi, bahkan pinggang mereka, sambil berjalan atau berdiri di tengah jalan yang dipadati ribuan penonton.
Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan sisi tradisional Jepang yang autentik namun tetap meriah dan penuh energi, Kanto Matsuri adalah salah satu pengalaman yang wajib masuk daftar perjalanan, terutama bagi mereka yang berkunjung ke Jepang pada musim panas.
Sejarah dan Makna di Balik Kanto Matsuri
Kanto Matsuri dipercaya telah ada sejak periode Edo, bermula dari ritual doa masyarakat petani setempat untuk memohon kesehatan, menjauhkan rasa kantuk dan kelelahan di musim panas, serta memohon hasil panen padi yang melimpah. Lampion-lampion yang tersusun rapi pada tiang bambu melambangkan bulir padi yang berisi, sebuah simbol harapan akan kemakmuran dan keberkahan.
Seiring waktu, ritual sederhana ini berkembang menjadi festival besar yang menampilkan kompetisi keterampilan antar kelompok atau lingkungan (disebut chochin), di mana setiap kelompok berusaha menampilkan formasi kanto yang paling stabil, indah, dan mengesankan. Hingga kini, Kanto Matsuri tetap mempertahankan nilai spiritual sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya yang diwariskan turun-temurun.
Kapan dan Di Mana Festival Ini Diadakan?
Festival Kanto Matsuri secara rutin digelar setiap awal Agustus di sepanjang Jalan Kanto Odori, pusat Kota Akita, Prefektur Akita, di wilayah Tohoku bagian utara Jepang. Festival ini biasanya berlangsung selama beberapa hari berturut-turut pada malam hari, dengan puncak keramaian terjadi di dua atau tiga hari pertama saat parade utama digelar.
Karena termasuk dalam rangkaian “Tiga Festival Besar Tohoku” bersama Nebuta Matsuri di Aomori dan Tanabata Matsuri di Sendai, banyak wisatawan domestik maupun internasional yang merancang perjalanan khusus untuk menyaksikan ketiganya dalam satu rute perjalanan musim panas di kawasan Tohoku.
Keunikan Pertunjukan Kanto
Struktur Kanto (Bambu Lampion)
Setiap kanto terdiri dari beberapa tingkat bambu yang disambung, dengan puluhan lampion kertas yang masing-masing berisi lilin atau lampu kecil menyala di dalamnya. Ukuran kanto bervariasi, mulai dari yang berukuran kecil untuk anak-anak hingga kanto raksasa dewasa yang bisa mencapai tinggi lebih dari sepuluh meter dan berat puluhan kilogram.
Teknik Keseimbangan yang Menakjubkan
Yang membuat festival ini begitu memukau adalah teknik keseimbangan para sashite. Mereka memindahkan kanto dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya secara mulus, diiringi tabuhan taiko dan suara seruling tradisional yang menambah semangat pertunjukan. Tak jarang penonton dibuat tercengang ketika kanto raksasa itu tetap berdiri tegak meski hanya ditopang oleh satu tangan atau bahkan dahi peserta, sementara lampion-lampionnya tetap menyala terang di kegelapan malam.
Rangkaian Acara Selama Festival
Selain parade malam hari yang menjadi daya tarik utama, festival ini biasanya juga dilengkapi dengan beberapa kegiatan pendukung, di antaranya:
- Sesi latihan atau pertunjukan siang hari yang memungkinkan wisatawan mencoba langsung mengangkat kanto berukuran kecil.
- Pasar malam dengan berbagai jajanan khas Jepang seperti yakisoba, takoyaki, dan kakigori (es serut).
- Pertunjukan musik tradisional dengan alat musik taiko dan fue (seruling bambu).
- Kompetisi antar kelompok penampil yang dinilai berdasarkan kestabilan dan keindahan formasi kanto.
Tips Menonton Festival Kanto Matsuri
Agar pengalaman menyaksikan festival ini semakin maksimal, berikut beberapa tips yang dapat dipertimbangkan wisatawan:
- Datanglah lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk atau berdiri yang strategis, karena area di sepanjang Kanto Odori akan sangat padat menjelang parade dimulai.
- Beberapa area menyediakan kursi berbayar dengan pemandangan lebih jelas, cocok bagi yang ingin menonton dengan nyaman tanpa berdesakan.
- Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang mudah untuk berjalan jauh, mengingat festival berlangsung di area terbuka dan cuaca musim panas Jepang cenderung lembap.
- Siapkan kamera dengan pengaturan mode malam hari karena pencahayaan lampion menciptakan momen fotografi yang sangat indah namun menantang untuk diabadikan.
- Manfaatkan kesempatan untuk mencoba mengangkat kanto mini pada sesi interaktif yang biasanya dibuka untuk umum di siang hari.
Cara Menuju Akita
Kota Akita dapat dijangkau dengan mudah menggunakan kereta cepat Shinkansen jalur Akita dari Tokyo, dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam perjalanan langsung. Alternatif lain adalah menggunakan penerbangan domestik menuju Bandara Akita yang terhubung dengan beberapa kota besar di Jepang. Selama periode festival, disarankan untuk memesan tiket transportasi dan akomodasi jauh-jauh hari karena tingginya minat wisatawan pada musim tersebut.
Akomodasi dan Kuliner Khas Akita
Kota Akita menawarkan berbagai pilihan penginapan, mulai dari hotel modern di dekat stasiun hingga ryokan tradisional yang menawarkan pengalaman menginap khas Jepang lengkap dengan onsen (pemandian air panas). Setelah lelah menyaksikan festival, wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas daerah ini seperti kiritanpo nabe, hidangan sup dengan nasi tumbuk berbentuk silinder yang dipanggang, serta inaniwa udon, mi tipis khas Akita yang bertekstur kenyal dan lembut.
Festival Lain di Sekitar Tohoku yang Bisa Dikombinasikan
Bagi wisatawan yang memiliki waktu lebih panjang, sangat disarankan untuk menggabungkan kunjungan ke Kanto Matsuri dengan festival musim panas lainnya di kawasan Tohoku, seperti Nebuta Matsuri di Aomori yang menampilkan lentera raksasa berbentuk figur, serta Tanabata Matsuri di Sendai dengan hiasan bambu warna-warni yang menghiasi seluruh kota. Ketiga festival ini biasanya berlangsung berdekatan sehingga memungkinkan wisatawan menyusun rute perjalanan yang efisien dalam satu kali kunjungan musim panas ke Jepang.
Kesimpulan
Festival Kanto Matsuri di Akita bukan sekadar pertunjukan cahaya lampion yang indah, tetapi juga cerminan tradisi, doa, dan kerja keras masyarakat Jepang yang telah diwariskan selama berabad-abad. Keahlian para sashite dalam menyeimbangkan kanto raksasa, diiringi gemuruh taiko dan gemerlap lampion di malam hari, menciptakan pengalaman budaya yang sulit dilupakan. Jika berencana menjelajahi Jepang pada musim panas, menyaksikan langsung kemeriahan Kanto Matsuri di Akita adalah pilihan yang sangat layak dipertimbangkan sebagai bagian dari petualangan budaya yang autentik dan berkesan.
Photo by Hotaka Saito on Unsplash
