Jepang punya lebih dari 100 kastil yang masih berdiri hingga hari ini, tapi wisatawan cenderung hanya mengejar nama besar seperti Himeji, Osaka, atau Matsumoto. Padahal, pada 2026 ini banyak kota kastil kecil yang justru menawarkan pengalaman lebih otentik, sepi turis, dan harga lebih ramah kantong. Artikel ini akan mengajak kamu menjelajahi kota-kota kastil tersembunyi di Jepang yang wajib masuk daftar perjalanan tahun ini, lengkap dengan tips transportasi dan biaya terbaru 2026.

Kenapa Memilih Kota Kastil yang Belum Populer?

Kastil-kastil ikonik seperti Himeji dan Osaka memang megah, tapi kini dipadati wisatawan dari pagi hingga sore, terutama saat musim sakura dan momiji. Kota kastil kecil menawarkan suasana lebih tenang, interaksi lebih dekat dengan penduduk lokal, dan sering kali arsitektur asli yang belum direnovasi total seperti kastil-kastil besar. Selain itu, biaya akomodasi dan makan di kota-kota ini jauh lebih terjangkau dibanding kota besar.

1. Bitchu Matsuyama Castle, Okayama

Bitchu Matsuyama adalah satu-satunya kastil gunung asli di Jepang yang masih memiliki menara utama (tenshu) original dari periode Edo. Terletak di ketinggian 430 meter, kastil ini terkenal karena fenomena “kastil di atas awan” (unkai) yang muncul saat musim gugur hingga awal musim dingin di pagi hari. Untuk mencapainya, kamu perlu naik taksi atau shuttle bus dari Stasiun Bitchu-Takahashi, lalu trekking sekitar 20-30 menit. Meski butuh usaha ekstra, pemandangan yang didapat sangat sepadan dan nyaris tanpa turis asing.

2. Iwakuni Castle, Yamaguchi

Kastil ini terkenal berkat jembatan kayu ikonik Kintai-kyo yang melengkung indah di bawahnya. Kamu bisa naik ropeway singkat menuju kastil yang menawarkan pemandangan kota Iwakuni dan pegunungan sekitarnya. Area ini sangat cocok dikombinasikan dengan Hiroshima karena hanya berjarak sekitar 45 menit naik kereta. Karena letaknya sedikit di luar jalur wisata utama Hiroshima-Miyajima, banyak turis melewatkan tempat ini.

3. Uwajima Castle, Ehime

Salah satu dari 12 kastil asli Jepang yang tenshu-nya belum pernah direkonstruksi, Uwajima menawarkan arsitektur otentik periode Edo dalam skala lebih intim dan personal. Kota Uwajima sendiri terkenal dengan tradisi sabung banteng (togyu) dan kuliner laut segar. Akses menuju kota ini memang memerlukan waktu tempuh lebih panjang dari Osaka atau Okayama, namun justru inilah yang membuatnya sepi dari rombongan tur besar.

4. Marugame Castle, Kagawa

Marugame dikenal punya tembok batu (ishigaki) tertinggi di Jepang, mencapai sekitar 60 meter dari dasar hingga puncak. Kotanya kecil, mudah dijelajahi jalan kaki dari stasiun, dan berdekatan dengan Takamatsu yang punya taman Ritsurin nan cantik. Karena sebagian besar turis internasional lebih memilih Naoshima atau Takamatsu, Marugame nyaris kosong dari wisatawan asing meski aksesnya sangat mudah.

5. Kakegawa Castle, Shizuoka

Kakegawa adalah kastil rekonstruksi kayu pertama di Jepang pasca-Perang Dunia II yang benar-benar menggunakan metode tradisional. Lokasinya strategis, hanya sekitar 20 menit dari Shinkansen Kakegawa Station di jalur Tokaido, menjadikannya opsi mudah untuk transit antara Tokyo dan Kyoto tanpa harus mampir ke kota besar yang padat.

6. Nakatsu Castle, Oita

Berdiri di tepi sungai dengan struktur pertahanan air yang unik, Nakatsu adalah salah satu dari sedikit kastil di Jepang yang dikelilingi air laut sebagai parit alami. Kota ini juga terkenal sebagai rumah kelahiran Fukuzawa Yukichi, tokoh penting modernisasi Jepang. Karena Oita lebih dikenal wisatawan lewat Beppu dan onsen-nya, Nakatsu sering terlewat begitu saja.

7. Maruoka Castle, Fukui

Diklaim sebagai salah satu tenshu tertua yang masih berdiri di Jepang, Maruoka punya desain atap sederhana namun sarat sejarah dari akhir abad ke-16. Fukui belum menjadi destinasi utama turis asing meski memiliki Shinkansen Hokuriku yang kini mempercepat akses dari Tokyo maupun Kanazawa, membuat kota kastil ini makin mudah dijangkau di 2026.

Tips Transportasi ke Kota Kastil Tersembunyi (2026)

Untuk menjelajahi kota-kota kecil ini, JR Pass tetap jadi pilihan populer meski harganya sudah naik sejak Oktober 2023. Per 2026, JR Pass nasional untuk periode 7 hari kelas ordinary dibanderol sekitar 50.000 yen, jadi sebaiknya hitung dulu total biaya kereta yang akan kamu tempuh sebelum membeli, karena untuk rute pendek antar kota kastil kecil, tiket lokal atau JR Pass regional (seperti JR West Sanyo-San’in Area Pass atau JR Kyushu Pass) sering kali jauh lebih hemat dibanding pass nasional.

  • Gunakan kombinasi Shinkansen untuk rute utama dan kereta lokal atau bus untuk akses ke kastil gunung seperti Bitchu Matsuyama.
  • IC card seperti Suica dan Pasmo kini bisa ditambahkan langsung ke Apple Wallet atau Google Wallet dari kartu kredit asing, sehingga kamu tidak perlu antre membeli kartu fisik di stasiun besar, meski di beberapa kota kecil, penerimaan IC card belum 100 persen merata sehingga tetap siapkan uang tunai.
  • Sewa mobil sangat direkomendasikan untuk kota seperti Nakatsu atau Uwajima yang transportasi umumnya masih terbatas frekuensinya.

Tips Belanja Bebas Pajak dan Anggaran

Sebagai catatan, tarif pajak konsumsi Jepang tetap di angka 10 persen hingga 2026, dan sistem tax-free masih berlaku untuk pembelian minimal 5.000 yen di toko berlogo Tax-Free Shop dengan menunjukkan paspor asli. Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah Jepang mulai menerapkan sistem tax-free digital yang lebih otomatis di sejumlah department store besar, namun di kota-kota kastil kecil, proses ini umumnya masih manual sehingga siapkan waktu ekstra saat checkout.

Catatan Visa untuk Wisatawan Indonesia

Per 2026, warga negara Indonesia yang ingin berwisata ke Jepang tetap memerlukan visa kunjungan wisata, baik dalam bentuk visa manual maupun e-Visa yang prosesnya kini semakin banyak difasilitasi lewat agen visa resmi. Karena kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu, sangat disarankan untuk selalu mengecek informasi terbaru langsung di situs resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia sebelum merencanakan perjalanan.

Waktu Terbaik Berkunjung

Musim semi (akhir Maret-April) dan musim gugur (November) tetap jadi waktu terbaik untuk melihat kombinasi kastil dengan sakura atau momiji, namun karena kota-kota ini masih sepi turis, kamu bahkan bisa menikmati suasana serupa Himeji atau Osaka versi personal tanpa kerumunan, bahkan di puncak musim.

Contoh Itinerary Singkat

  • Hari 1-2: Okayama - kunjungi Bitchu Matsuyama Castle dan nikmati fenomena unkai di pagi hari.
  • Hari 3: Lanjut ke Marugame dan Takamatsu, jelajahi tembok batu tertinggi dan Taman Ritsurin.
  • Hari 4-5: Menuju Uwajima, nikmati kuliner laut dan suasana kastil otentik yang tenang.
  • Hari 6: Iwakuni sebagai penutup sebelum kembali ke Hiroshima untuk penerbangan pulang.

Menjelajahi kota-kota kastil tersembunyi ini bukan hanya soal menghindari keramaian, tapi juga cara untuk benar-benar merasakan Jepang dari sudut pandang yang lebih personal dan mendalam. Dengan perencanaan matang soal transportasi, anggaran, dan waktu kunjungan di 2026 ini, kamu bisa menikmati sejarah kastil Jepang tanpa harus berdesakan dengan ribuan turis lain.